Melawi, INDIKASINews -- Masyarakat Desa Landau Tubun Kabupaten Melawi Kalimantan Barat sudah lama mendambakan pembangunan Embung alias Waduk Air.
Desa landau tubun kecamatan Pinoh selatan terdiri dari empat dusun diantaranya dusun perembang, dusun keladan, dusun kemayau raya dan dusun gala. Keempat dusun tersebut sejak dari tahun 2011 telah mengajukan usulan pembangunan proyek embung ke pemerintah pusat.
Sesuai dengan program pemerintah pusat untuk mensukseskan seribu embung dalam rangka upaya mencapai kedaulatan pangan melalui dana APBN ( masa depan kedaulatan pangan tertuang didalam UU no. 6 tahun 2014 ).
![]() |
| Kades Desa Landau Tubun Ujang Juanda ( UJ ) |
Kepala desa landau tubun kecamatan pinoh selatan kabupaten melawi Ujang Juanda yang biasa di sapa UJ menuturkan kepada wartawan media Indikasinews.com bahwa dari empat dusun di wilayah desanya selama ini masih amat sangat tertinggal dan minim kebutuhan air minum air baku bahkan air sebagai pendukung keperluan pertanian tidak ada sama sekali maka dari itu di desa kami perlu perhatian secara serius untuk mewujudkan sarana pembangunan dalam rangka mencapai kedaulatan pangan. Ujarnya.
Di desa kami saat ini kondisinya sangat memprihatinkan akan kebutuhan air maka dengan berdirinya pembangunan embung di desa kami sangat bermanfaat bahkan sekalian untuk tempat objek wisata karena di kabupaten melawi belum ada tempat rekreasi dan lokasi tersebut juga layak dan pantastis untuk tempat objek wisata, karena kondisi alam indah dan eksotis ditambah lagi dengan ada pembangunan danau buatan dan pembangunan embung yang dibangun oleh PT. Dulur Saroha dengan manelan dana belasan miliar rupiah. Ungkapnya.
Melalui kementerian Pekerjaan Umum ( PU ), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Kalimantan satu, satuan kerja non vertikal tertentu. Pelaksanaan jaringan sumber air kalimantan provinsi kalimantan barat melalui anggaran APBN dua tahap : tahap I tahun 2015 berkisar Rp. 9 Miliyar dilaksanakan oleh tiga perusahaan ( PT ) dengan Joint Opration ( JO ) PT Karya Dulur Saroha PT Marga Mulia dan PT Karya Prima Mandiri. Dan ditahap ke II ditahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp. 6 Miliyar. sekarang ini hanya dikerjakan oleh perusahaan PT. Dulur Saroha dan sebagai konsultan super visi yaitu PT Arun Prakarsa Inforindo.
Kades desa landau tubun Ujang Juanda atau UJ sangat apresiasi kepada pemerintah pusat karena bisa merealisasikan proyek tersebut karena bisa mengurangi dan mengatasi kesulitan ekonomi yang kami rasakan saat ini, karena dengan adanya pembangunan embung akan terimplikasi untuk kedepannya kami kelola untuk di bidang objek wisata bisa berdampak positif terhadap ekonomi bahkan untuk menunjang PAD kabupaten dan PAD desa sekalian membuka peluang tenaga kerja untuk kaum anak muda mudi saat ini rentan jadi pengangguran.
Kades UJ dan punggawa adat Edi Burhan sebelum embung dibangun sudah mempersiapkan lahan dalam rangka mendukung pembangunan tersebut sesuai dengan konsidran UU no. 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah dan lahan bagi pembangunan untuk kepentingan umum. UU Permendagri no. 4 Tahun 2007 tentang tanah kas desa sudah kami siapkan agar semua program pembangunan pemerintah bisa di realisasikan ke desa kami dan sehingga tidak mengalami stagnan. (Hasnan Sutanto)
