Jakarta, INDIKASINews -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan calon petahana di Pilkada DKI 2017 sesumbar tidak terpengaruh dengan partai politik (parpol). Hal tersebut dibuktikan dengan kerap berpindahnya ia dari parpol ke parpol lainnya.
Pernyataan tersebut, dikeluarkan pria yang akrab disapa Ahok menyangkut langkah politiknya dalam pesat demokrasi lokal tersebut. Menurut Ahok bila pada akhirnya dirinya terpaksa tidak bisa menepati janji untuk maju Pilkada DKI lewat jalur perseorangan hal itu merupakan risiko politik yang harus ditelannya mentah-mentah.
“Gak ada risiko politik, gak ada hitung-hitungan, makanya kita cuma ketemuan, ini soal harga-menghargai saja. Saya sudah terkenal tidak bisa dipengaruhi oleh Parpol mana pun,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/7).
Seperti contoh saat dirinya menjabat Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Indonesia Baru (PIB) saat masih di Belitung Timur, Ahok menyampaikan, begitu dirinya merasa tak cocok dengan beberapa kader maka dirinya langsung memutuskan untuk meninggalkan partai tersebut. Beralih ke Partai Golkar.
Hal itu pun terulang ketika dirinya ditawarkan Partai Gerindra untuk maju di Pilkada DKI 2012 berpasangan dengan Jokowi. Ahokpun melompat ke Gerindra dan meninggalkan partai beringin yang membuat dirinya melenggang ke kursi DPR RI pada saat itu.
Lagi-lagi, setelah sukses duduk di kursi DKI 2, Ahok memutuskan untuk meninggalkan Partai Gerindra lantaran dinilainya tidak sejalan dengan kebijakan partai besutan Prabowo Soebianto terkait pemilihan kepala daerah tidak langsung. Dengan tegas, Ahok memutuskan untuk memulangkan kartu keanggotaan partai berlambang kepala Garuda itu.
“jadi saya gak pernah takluk sama Parpol mana pun. Saya hanya takluk pada kepentingan rakyat. Selama Parpol sudah tidak mengikuti kepentingan rakyat ya sudah gak ketemu saya, bubaran aja,” ungkapnya.
Dengan begitu Ahok menilai, dengan keputusannya maju Pilkada lewat jalur indpenden akan menseleksi secara alami mana partai yang membela kepentingan rakyat dan yang tidak. “Saya ada sejuta (KTP) nih, nah kira-kira kamu Parpol yang mau ikut rakyat atau tidak? Kalau kamu mau ikut rakyat ya dukung dong, kan ternyata ada tiga Parpol yang mendukung tanpa syarat nih. Sudah oke nih tiga partai tanpa syarat,” terang Ahok.
Adapun saat ini Ahok telah didukung Partai NasDem, Hanura, dan Golkar untuk maju melalui jalur perseorangan dalam Pilkada DKI 2017. (pk-rd)
