Palu, INDIKASI News -- Puluhan massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) nomor urut 1 Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam (Rusdihwan) menduduki Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Selasa (15/12/15).
Aksi yang dilakukan massa tersebut dengan membangun tenda, di jalan depan kantor KPU Sulteng sepanjang 100 meter. Massa melakukan aksi sehari sebelumnya di tempat yang sama meminta KPU untuk menutup website perhitungan suara yang telah meresahkan masyarakat Sulteng dan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penjumlahan pada website tersebut.
![]() |
| Aparat Siaga, Foto: Transsulawesi.com |
Ketua Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gasak) Kota Palu, Salim Baculu, mengatakan, pihaknya ikut dalam massa aksi pendukung Rusdihwan dikarenakan ketidak percayaan atas kinerja penyelenggara pemilu tersebut saat ini.
"Selain itu, alasan mendudukui kantor KPU untuk mengawal proses rekapitulasi dan pleno agar bisa lebih transparan," kata Salim seperti dikutip Antara, Selasa (15/12).
Terkait hal tersebut Komisioner anggota KPU Sulteng Naharuddin bersama dua komisioner lainnya Nisbah dan Samsul Gafur mengucapkan permohonan maaf atas kekeliruan penginputan suara di website KPU.
Sementara permintaan massa aksi agar KPU menutup website tidak dapat dilakukan oleh KPU Sulteng, karena bukan wewenang KPU Sulteng dalam hal penutupannya, tetapi itu merupakan wewenang KPU RI.
"Penutupan itu kami tidak bisa kami lakukan sekaligus, karena itu wewenang KPU RI," ujar Naharuddin.
Sementara, sampai pukul 09.30 hari ini, website tersebut masih dapat di akses dengan peroleh suara pasangan urut 1 Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam mendapatkan perolehan suara sebesar 45,67 persen. Sedangkan pasangan urut 2 Longki Djanggola dan Sudarto mendapatkan perolehan suara sebesar 54,33 persen. (ht)
