Bogor, INDIKASINews -- Aksi pungutan liar (Pungli) tak kunjung hilang. Padahal, telah ada instruksi keras Presiden Joko Widodo soal Pungli. Ini membuktikan bahwa hukuman yang berat, tak membuat para pelaku pungli kapok.
Hal ini juga, diduga terjadi di tempat Wisata Curug Bidadari desa Bojong koneng Kabupaten Bogor Jawa Barat. Menurut pengakuan pengunjung di wisata tersebut disinyalir banyak sekali 'Pungli-pungli' dari awal masuk sebelum gerbang loket, yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan pengelolah guna untuk parkir dan pada kenyataanya setelah memasuki area wisata tersebut harus membayar parkir kembali.
Warga setempat mengungkapkan ‘memang benar seperti itu, awal masuk harus membayar Rp.5000/kendaraan dan di gerbang Rp.30.000/orang, belum termasuk kendaraan, dan didalam wisata tersebut harus membayar parkir kembali’. Ujarnya. (02/03/17).
Pengunjung sangat mengeluhkan tentang banyaknya ‘pungli’ di area tersebut bahkan sampai tempat istirahat dan tempat bersalin (toilet) masih dikenakan biaya lagi. Ungkapnya.
![]() |
| Jalan Menuju Wisata Curug Bidadari, Terkesan Tidak Terawat |
Kalau memang wajib kami harus membayar tidak masalah, asalkan jelas anggaran tersebut dikelolah untuk wisata, tapi pada kenyataanya jalanan arah masuk wisata tersebut sangat rusak parah licin dan berbatu, ini jelas sangat membahayakan pengunjung, belum lagi kolam renang untuk bermain anak-anak pada lantainya penuh dengan lumut dan terkesan tidak dibersikan. Tegasnya.
Dengan adanya ‘Pungli’ di wisata curug bidadari, Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor serta instansi terkait diharuskan menindak tegas Oknum-oknum yang mengambil pungutan liar tersebut. Tandasnya. (red).


