Jakarta, INDIKASINews -- Murtiah, 30, wanita yang tewas dikeroyok di panti sosial Bina Insan 2, Cipayung, Jakarta Timur, dilaporkan keluarga hilang sejak 7 September lalu. Namun saat ditemukan, korban sudah berada di dalam peti dan terbungkus kain kafan di panti sosial milik Pemprov DKI.
Ahmad Firdaus, 28, adik korban mengatakan, korban yang merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara itu memang sedikit memiliki keterbelakangan mental. Pada 7 September lalu, Murtiah pun pergi dari rumahnya di Jalan Warga RT 012/06, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. “Sejak hilang itu kami berupaya mencari keberadaan korban,” katanya Selasa (20/9).
Dari hilangnya korban, kata Ahmad, seluruh keluarga terus mencari keberadaan Murtiah. Melaporkan ke kepolisian hingga mendatangi panti sudah dilakukan dalam upaya mencari keberadaan wanita tersebut. “Kami kecewa dengan panti sosial bina insan 2 atas kasus kematian ini,” ujarnya.
Kekecewaan itu, lanjut Ahmad, karena sejak diamankan dari lampu merah TMII, pada 8 September lalu, pihak keluarga sudah mendatangi panti. Namun, petugas panti menyebut kalau Murtiah tidak ada di tempat itu. “Tanggal 9 dan 10 September kami datang ke panti, tapi mereka bilang kakak saya tidak ada,” tuturnya.
(Baca: Wanita Penghuni Panti Tewas Dikeroyok Karena Tidak Mau Memijit Kepala Kamar)
Hingga akhirnya, ujar Ahmad, Senin (19/9) kemarin, petugas dari panti sosial bina Insan 2, datang ke rumahnya dan mengatakan kakaknya telah ditemukan. Keluarga pun diminta untuk datang ke panti guna mengenali korban. “Begitu kami datang, korban sudah tewas dan dimasukan peti serta terbungkus kain kafan. Kemarin waktu ditanya ke panti bilangnya nggak ada,” tutur Ahmad.
Atas kasus tersebut, pihak keluarga pun menyayangkan langkah petugas panti sosial bina Insan 2. Karena menurutnya, kakaknya yang digelandang dari pinggir jalan hanya dianggap PMKS yang meresahkan. “Seandainya waktu kami datang dan menjemputnya beberapa waktu lalu, peristiwa ini tak akan terjadi,” ungkap Ahmad
Sebelumnya diberitakan, seorang wanita tewas di dalam kamar panti sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur. Korban tewas akibat dikeroyok oleh lima orang penghuni lain dan saat ditemukan korban ditutupi celana agar tak terlihat. (pk-rd)
