• Latest News

    20 September 2016

    Diduga Keras Banyak Proyek Jalan 'Siluman' di Kab. Lamandau Kalteng

    Kalteng, INDIKASINews -- Ada beberapa pekerjaan dalam bidang infrastruktur jalan ruas provinsi di kabupaten Lamandau yang diduga keras dikerjakan secara asal-asalan, hal ini terlihat jelas dengan adanya proyek jalan yang dikerjakan pada tahun 2015 sekarang sudah terlihat hancur bahkan pekerjaan baru dikerjakan tahun 2016 inipun juga terlihat sudah banyak yang berlobang dan terdapat banyak penambalan.

    Pekerjaan ini dikerjakan oleh kontraktor yang sudah ternama di kabupaten Lamandau, tetapi pada kenyataannya banyak sekali proyek yang di kerjakan tidak standart bastek yang ditentukan.

    Hal ini diduga keras kurangnya kepengawasan dari dinas terkait terutama dari dinas P.U propinsi, pekerjaan ini berada dijalan poros provinsi menuju provinsi Kalbar dan terdapat juga di didalam kota yang dananya dari APBN, dan pekerjaan inipun tidak memiliki papan kontrak.

    Saat kami melakukan konfirmasi dengan kepala dinas P.U kabupaten Ray Paskan menyatakan bahwa, pihaknya sudah sering memberikan teguran terhadap pihak dari kontraktor untuk bekerja secara profesional bahkan apabila pekerjaan itu bermasalah untuk segera secepatnya diperbaiki namun terkadang dari pihak kontraktor mengabaikannya, Ungkapnya.

    Dan juga ada dugaan keras bahwa PT. Bukit Telawih diberikan banyak pekerjaan namun akhirnya pekerjaan yang dikerjakannya dibuat secara ‘asal-asalan’, bahkan pekerjaannya tersebut diduga tidak memakai papan kontrak dilokasi pekerjaan yang dikerjaannya sehingga membuat banyak pertanyaan baik itu dari masyarakat maupun dari awak media selaku kontrososial dilapangan, dan dianggap ini suatu pembohongan publik.

    Hasil investigasi Media KPK dan Indikasinews.com menemukan suatu proyek provinsi yang tidak ada papan kontraknya mempertanyakan kepada pekerja dilokasi tersebut siapa pihak kontraktor? Para pekerja terlihat seperti kebingungan dan menjawab dengan jawaban tidak tahu, hal ini terkesan diduga sudah dikondisikan oleh pihak dari kontraktor untuk ‘tutup mulut’ kepada siapapun.

    Kalau demikian kronologisnya ada apa dengan kontraktor dan dinas terkait? sehingga terkesan disinyalir menutupi semua kesalahan yang dilakukan oleh pihak kontraktor.

    Dan juga sampai sejauh mana fungsi kepengawasan dari pihak PPTK selaku tehnis dilapangan? dan terkesan pula adanya dugaan keras pembiaran dari setiap kelalaian yang dilakukan pihak kontraktor oleh dinas terkait, sehingga diduga proyek ini adalah proyek siluman karena tidak diketahui dananya berapa?.

    Kalau hal ini dibiarkan terus-menerus tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerugian negara yang cukup besar akibat ulah oknum-oknum kontraktor serta dinas terkait yang tidak bertanggung bertanggung jawab.

    Dalam hal ini ada ditemukan proyek jalan di RT.7 jalan Pupu Hermansyah arah lewat kuburan kelurahan Bulik kecamatan Bulik, proyek ini berupa pengaspalan yang dikerjakan tahun 2015 namun saat ini sudah terlihat banyak penambalan bahlkan penambalan itupun dikerjakan ‘asal-asalan’ juga. dalam hal inipun kami dari Media KPK dan Indikasinews.com juga sudah konfirmasi ke kepala dinas P.U setempat dan menyatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan kepada pihak kontraktornya untuk segera memperbaiki sesuai ketentuan dari SPK yang berlaku, namun diduga kurangnya kepengawasan dari Bina Marga selaku pengawas lapangan di dinas P.U. Apakah saat serah terima pekerjaan pihak dari Bina Marga tidak mensurvei ulang pekerjaan ini sehingga pekerjaan inipun belum sampai waktu yang ditentukan sudah terlihat hancur atau kemungkinan ada dugaan kong-kalingkong antara pihak terkait dengan pihak kontraktornya?, Selain itu proyek peningkatan jalan simpang perigi yang pekerjaannya selesai pada tanggal 18 september 2015 ternyata juga sudah banyak yang rusak dan berlobang, sedangkan dana yang digunakan sangat besar.

    Terkait permasalahan ini diharapkan Bupati dan Gubernur Kalteng menindak tegas para oknum-oknum yang diduga bermain dalam proyek siluman ini. (L/R)
    Scroll to Top