Wakatobi, INDIKASINews -- Inilah kondisi SMP Swasta Maritim Mola yang berdiri diatas air diperkampungan masyarakat Bajo Mola desa Bahari Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Propinsi Sulawesi Tenggara ditahun 2016 ini, yang sebagian siswanya terpaksa masih menggunakan lantai sekolah sebagai kursi dan meja mereka disaat proses belajar-mengajar berlansung dikelas.
Kondisi belajar siswa seperti ini mulai dirasakan siswa siswi sejak awal tahnu 2014 hingga di tahun 2016, Saat Jurnalis Media KPK dan Indikasinews.com melihat siswa siswi melaksanakan proses belajar ironisnya masih ada siswa yang menggunakan lantai ruangan sebagai media belajar ruang kelas tanpa menggunakan meja atau kursi seperti yang terlihat pada gambar diatas dan memang betul kondisinya seperti demikian.
Yang lebih memprihatinkan adalah Ruang kelas yang 2 RKB ternya dipetak menjadi 4 petak, satu untuk ruang guru dan tiga untuk ruang kelas, kalau kami perhatikan masing-masing luas rungan yang dipetak adalah lebar 5 meter dan panjangnya 8 meter sangat sempit sementara siswa perkelas jumlahnya kurang lebih 30 siswa, walaupun Kondisi ruangan kelasnya demikian tetapi proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa.
Salah satu siswa SMP maritim kelas 7 menuturkan kepada media KPK dan indikasinews.com “kami sangat tersiksa saat proses belajar sedang berlangsung kami belajar tidak punya kursi dan meja dan ruangan kelas yang begitu sempit kami duduk dan menulis dilantai ruangan selama hampir dua jam menerima pelajaran dari guru, saya harap pmerintah memperhatikan sekolah kami agar kami juga dapat kursi dan meja serta ruangan yang sepantasnya sebagaimana sekolah yang lain”. Ujarnya.
Hal ini dibenarkan Karman selaku Kepala SMP Swasta Maritim Mola mengatakan kepada media KPK dan indikasinews.com "bahwa saat ini siswanya yang masih terpaksa belajar melantai adalah kelas 7 dan kelas 8 hal itu disebabkan karna kursi dan mejanya belum ada sama sekali, sedangkan kelas 9 sudah punya kursi tapi tidak punya meja yang dianggarkan lewat Dana Bos sedikit demi sedikit sesuai petunjuk penggunaan anggaran Dana, dan saya sudah berapa kali mengirim proposal kepihak terkait baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten wakatobi dari tahun 2014 sampai 2016 namun belum ada sama sekali realisasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, terpaksa kami masih menggunakan lantai papan ruangan kelas untuk proses belajar siswa”. Ujarnya.
Melihat kondisi SMP Swasta Maritim Mola sangat ketinggalan dalam dunia pendidikan dmana siswa berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang begitu memadai hal ini sudah seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah pusat terutama dari kementrian pendidikan agar Bantuan Sarana dan Prasaran pendidikan yang layak dan nyaman karna peserta didik didalamnya adalah bagian dari generasi penerus bangsa yang pantas mendapatkan pendidikan yang layak sesuai tuntutan UUD 1945 dan perlu diselamatkan seperti generasi lainnya, apalalagi siswanya sebagian besar berasal dari komunitas Bajo yang dinilai pendidikannya masih minim. (Heri Saputra)
