• Latest News

    01 November 2016

    Warga Kelurahan Duri Kosambi RW 04 Diserang Demam Chikungunya

    Jakarata, INDIKASINews – Hampir sepekan ini warga kampung duri RT 08/04 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng diserang demam cikungunya. (31/10/16).

    Ada beberapa warga yang terjangkit virus cikungunya dikarnakan gigitan nyamuk, Jenis nyamuk yang bertanggung jawab menyebarkan benih penyakit ini sama dengan nyamuk yang menebar teror demam berdarah, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Bedanya, virus yang menyebabkan demam berdarah adalah virus dengue yang masuk dalam kelompok flavivirus. 

    Pada awal penyebaran penyakit ini di Afrika, Ae. Aegypti merupakan vektor (agen penyebar penyakit) utama chikungunya, tapi jenis Ae. albopictus ternyata merupakan vektor penyebab utama pada wabah yang terjadi baru-baru ini di India dan negara – negara Asia Tenggara. Infonya peranan nyamuk sangat penting dalam penyebaran chikungunya. 

    Itulah sebabnya mengapa angka kejadian penyakit ini meningkat selama dari setelah musim hujan, ketika nyamuk sedang banyak-banyaknya.

    Gejala Penyakit Chikungunya dapat dimulai dengan demam yang mendadak tinggi, nyeri sendi dan atau otot terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki serta timbul ruam kemerahan di kulit. Selain itu gejala lainnya seperti sakit kepala, lemas, mual dan muntah, mata merah seringkali dikeluhkan penderita. Demam biasanya berlangsung 5 hari atau lebih. Pada anak, demam dapat disertai dengan ruam-ruam kemerahan yang muncul pada 3-5 hari setelah awal demam atau mata memerah. Pada orang dewasa, selain demam, nyeri sendi dan otot sangat menonjol. Penderita sering mengeluh tidak bisa berjalan karena merasa sangat sakit saat berjalan.

    Chikungunya sering tumpang tindih dengan penyakit demam berdarah, namun demam Chikungunya selalu disertai dengan nyeri sendi disertai bengkak pada tungkai bawah dan atas yang pada beberapa kasus nyeri sendi tersebut dapat bertahan lama sampai beberapa bulan bahkan bisa kambuh atau timbul bercak kemerahan di punggung atau dada bagian atas yang bisa hilang sendiri.

    Nyeri sendi akibat Chikungunya merupakan satu gejala yang dapat bertahan sampai berminggu-minggu bahkan lebih dari satu bulan sehingga dapat mengganggu aktifitas penderitanya. Nyeri sendi dapat terasa sangat hebat sampai membuat penderitanya tidak dapat bergerak akibat masuknya virus ke dalam sendi yang menimbulkan reaksi radang di dalam sendi.

    Di Asia Tengara,beberapa laporan kasus bisa menimbulkan perdarahan sehingga sering di duga sebagai DBD. Namun perdarahan pada Chikungunya tidak sehebat pada DBD dan tidak akan menyebabkan syok. Angka kematian akibat Chikungunya jauh lebih rendah dibandingkan akibat DBD. Walaupun demikian infeksi Chikungunya teryata belakangan ini dilaporkan bisa juga meyebabkan hepatitis atau penurunan kesadaran. Faktor risiko untuk menjadi berat pada infeksi Chikungunya terkait adanya penyakit penyerta seperti kencing manis, gangguan fungsi hati dan ginjal akibat sebab lain sebelumnya.

    Penanganan
    Chikungunya pada dasarnya adalah self limiting disease yang artinya dapat sembuh sendiri. Oleh sebab itu pengobatan ditujukan untuk mengatasi gejala yang menganggu. Obat-obatan yang dapat digunakan adalah anti nyeri dan obat penurun demam. Namun yang terpenting adalah istirahat dan menjaga asupan makanan yang bergizi. Terapi lain dapat diberikan disesuaikan dengan gejala yang dirasakan.
    Pencegahan

    Mengingat Chikungunya ditularkan oleh nyamuk maka untuk mencegah penyebaran adalah dengan mengendalikan nyamuk. Caranya dengan 3 M yaitu Menguras, Munutup dan Mengubur bnda-benda yang dapat menjadi tempat penampungan air untuk tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes. Selain itu hindari gigitan nyamuk sebisa mungkin dengan menggunakan repellent atau menyemprotkan cairan anti serangga, obat nyamuk bakar,menggunakan kelambu atau dengan menggunakan kasa anti nyamuk. Pencegahan terbaik adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

    Warga mengharapkan kepada pemerintah baik dari tingkat provinsi, kota, kecamatan dan kelurahan agar segera mengambil tindakan guna mengantisipasi korban-korban berikutnya, juga mengambil tindakan dalam bentuk pengasapan atau poging. (bie)

    Scroll to Top